Showing posts with label Amien Rais. Show all posts

Thursday, July 23, 2020

thumbnail

Pengurus PAN Sowan ke Jokowi, Amien Rais: Memalukan Sekali

JAKARTA, TERCEPAT.id- Mantan Ketua MPR Amien Rais mengaku kasihan dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang beberapa kali sowan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Amien menganggap PAN tengah mengemis-ngemis ke pemerintah.

“Saya lihat kemarin, ya Allah semua sowan. Kemudian mohon maaf, baru kali ini bapak presiden dan pengurus baru itu, dalam hati saya kasihan ya,” ujar Amien dalam video milik akun KH Tengku Zulkarnain, yang ditayangkan pada Selasa (21/7).

Kunjungan Jokowi juga dinilainya sebagai bentuk mengemis PAN untuk masuk ke Kabinet Indonesia Maju. Padahal, sebaiknya pengurus PAN secara ksatria menerima kekalahan di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Kemudian jangan merengek-rengek semua sowan ke Istana, mengemis-ngemis. Itu memalukan sekali,” ucap Amien.

Karena hal inilah, Amien mengaku dikeluarkan dari PAN. Sebab, ia tegas menolak partai berlambang matahari itu bergabung dengan rezim Jokowi. “Saya sudah tidak di PAN sama sekali. Saya sudah dikeluarkan oleh anak buah saya karena berbeda prinsip,” kata Amien.

“Kalau anda tetap ingin dukung rezim ini, jelas sesuatu langkah yang keliru bin salah. Jadi itu tidak ada rasionya, tidak ada rasionalisasinya,” ujarnya menambahkan.

Diketahui, pengurus DPP PAN beberapa waktu lalu melakukan kunjungan silaturahim kepada Presiden Joko Widodo. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan secara langsung memimpin para pengurus DPP partainya.

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa pertemuan keduanya membahas pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19.  Ia mengatakan, PAN akan terus bersama pemerintah dalam menggerakkan pembangunan nasional. Dalam rangka untuk mencapai cita-cita nasional, sesuai termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

“Silaturahmi menyambung rasa kekeluargaan setelah pasca pelaksanaan kongres ke-5 PAN di Kendari, Februari 2020,” ujar Viva. (Ant/TC)

Tuesday, May 19, 2020

thumbnail

Pandemi, Amien Rais :Tidak Usah Sandarkan Kepada Pemerintah Pusat


JAKARTA, TERCEPAT.id- Politisi senior Amien Rais menyarankan agar masyarakat yang kaya memberikan bantuan kepada masyarakat miskin yang hidupnya makin susah sejak pandemi Covid-19 melanda. Tak perlu lagi, kata dia, menunggu bantuan dari pusat yang hanya membuat pernyataan tapi tak ada tindakan.

Amien mengaku sudah banyak melihat langsung kehidupan masyarakat miskin yang makin melarat sejak pandemi ini. Terutama di kawasan pedesaan.

Untuk itu, ia menyarankan agar orang kaya di tiap kabupaten/kota untuk menyisihkan sebagian hartanya. Gunakan untuk memberikan paket bantuan sembako kepada rakyat miskin di daerah itu.

“Ini supaya Pak Luruh tak bingung karena pusat katanya mau bantu tapi juga tidak jelas itu. Jadi sekarang saya kira, kita tidak usah sandarkan kepada pemerintah (pusat) yang juga bingung itu,” katanya dalam kuliah politik bertemakan ‘Tauhid Sosial: Kenapa Kita Harus Berpolitik’ yang digelar secara daring pada Selasa (19/5).

Adapun caranya, lanjut Amien, sebaiknya dilakukan secara mandiri. Tidak perlu melibatkan pemerintah daerah. Dana yang berhasil dikumpulkan disalurkan saja lewat tim yang dibentuk secara mandiri. Karena masyarakat setempat jauh lebih tahu kantung kemiskinan di daerahnya masing-masing.

“Jadi lupakan pusat karena pusat banyak omdo (omong doang), tapi masing-masing sudahlah, sementara ini pusat kita doakan supaya jadi lurus, dan kita di daerah tetap bergerak,” ucap mantan ketua MPR RI seperti dikutip dari Republika.co.id.

Menurut Amien, cara ini adalah bentuk pembuktian bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kekeluargaan. Sebab, ia khawatir, jeritan rakyat miskin itu nantinya berubah jadi tindakan huru hara jika tak segera diberi bantuan.

Kendati demikian, ia juga menyadari masih banyak orang kaya yang tak rela hartanya berkurang. Ia pun mengingatkan bahwa saling membantu itu adalah ajaran Islam. “Tidak sempurna imanmu kalau kamu tidur nyenyak sementara tetanggamu kelaparan,” kata Amien mengutip salah satu hadis nabi.

Ia juga menyebutkan hadis lain yang menekankan saling menolong. Hadis itu, terang Amien, menceritakan seorang hamba yang mempertanyakan kenapa ia dilempar ke neraka sedangkan saat hidup di dunia ia melaksanakan shalat dan haji.

“Kemudian Allah mengingatkan, wahai hambaku, waktu kamu hidup berkecukupan itu kamu tidak melihat tetanggamu yang kedinginan karena pakaiannya tidak cukup, maka dia jadi demam dan sakit. Andai kata kamu menemui tetangga yang demam dan sakit itu, maka kamu akan menemuiku,” kata Amien melanjutkan hadis itu.

Menurut dia, hadis itu seolah-olah menggambarkan bahwa Allah yang maha sempurna itu mengidentifikasikan dirinya dengan mereka yang miskin. “Begitu besarnya ajaran Ilahi agar yang kuat menolong yang lemah,” ucap mantan ketua PP Muhammadiyah itu. (Rol/TC)

thumbnail

Amien Rais Bakal Jadikan Alquran Acuan Moral Partai Barunya


JAKARTA, TERCEPAT.id- Politikus senior Amien Rais mengatakan, partai baru yang hendak ia dirikan akan menjadikan Alquran sebagai acuan moral. Sedangkan untuk program partai, ia akan melandaskannya berdasarkan pasal 33 dan 34 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Amien menjelaskan dengan mengacu pada Alquran, barulah berijtihad atau berupaya untuk menangkap keberagaman masyarakat Indonesia. Termasuk, keberagaman agama yang dipeluk masyarakat.

“Kemudian bagaimana mengangkat lapisan duafa ini ke atas, persis dengan keinginan kitab suci. Saya kira Yahudi, Nasrani, Alquran sama saja dalam hal ini (memperjuangkan kehidupan masyarakat kelas bawah),” kata Amien dalam kiuliah politik bertemakan ‘Tauhid Sosial: Kenapa Kita Harus Berpolitik’ yang digelar secara daring pada Selasa (19/5).

Sedangkan untuk program partai, lanjut Amien, ia ingin membuat program yang konkret. Terutama dengan kembali memperjuangkan isi pasal 33 dan 34 UUD 1945.

Secara ringkas, Pasal 33 mengamanatkan agar perekonomian disusun dengan asas kekeluargaan. Lalu, cabang-cabang produksi penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai negara.

Lalu juga mengamanatkan agar bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Sedangkan Pasal 34, secara ringkas, menghendaki agar fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara. Negara juga harus mengembangkan sistem jaminan sosial dan memberdayakan yang lemah.

Negara juga dituntut bertanggung jawab menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan dan umum yang layak.

Ia mengatakan pembahasan Alquran dan UUD 1945 sebagai landasan partai itu akan menjadi tahap pertama dalam pendirian partai. Pada tahap pertama, ia akan mengumpulkan berbagai kalangan untuk membahas landasan dan program partai.

Amien melanjutkan, setelah landasan dan program partai baru itu rampung, pihaknya akan melakukan sebuah survei. Ia menekankan bahwa survei akan dilakukan secara objektif.

Jika sambutan masyarakat cukup menjanjikan, lanjut dia, maka partai baru itu akan didirikan secara resmi. “Tapi kalau kemudian sambutannya hangat-hangat cirit ayam, ya sudah berarti dari sana tidak ada takdirnya,” kata pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Amien menambahkan, proses pendirian partai baru itu akan dimulai kembali setelah wabah Covid-19 di Indonesia mereda.

Keinginan Amien Rais mendirikan partai baru tak terlepas dari kisruh melanda PAN. Terutama usai kembali terpilihnya Zulkifli Hasan alias Zulhas sebagai ketua umum periode 2020-2025.

Sebelumnya, salah satu pendiri PAN, Putra Jaya Husein, mengatakan, Amien mendirikan partai baru lantaran PAN sudah ‘lari’ dari idealisme partai. PAN, kata Putra, dibangun untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa, bukan untuk kepentingan sekelompok orang yang ingin mendapatkan manfaat dari pengelolaan sebuah partai. (Rol/TC)

Friday, May 15, 2020

thumbnail

Amien Bongkar Peta Politik 2024, Politisi Gerindra: Belanda Masih Jauh

JAKARTA, TERCEPAT.id- Politisi Gerindra Andre Rosiade enggan menanggapi wacana peta politik 2024 yang disampaikan Amien Rais baru-baru ini. Andre menilai tidak tepat membahas konstelasi politik lima tahun ke depan di saat Indonesia masih dilanda pandemi corona.

“Tidak perlu bicarakan peta politik 2024, karena saat ini Belanda masih jauh. Rakyat tidak butuh membahas pemilu dan pilpres,” kata Andre kepada TERKINI.com, Sabtu (16/5).

Andre mengingatkan bahwa yang dibutuhkan rakyat ialah uluran tangan dari para politikus. Sebagian rakyat mengalami dampak corona hingga tak lagi bisa bekerja. “Yang dibutuhkan rakyat adalah aksi nyata politisi untuk membantu rakyat dalam dampak Covid-19, bukan malah cerita politik. Seluruh parpol, politisi bekerja keras aksi nyata bantu masyarakat,” ujar anggota DPR terpilih periode 2019-2024 itu.

Andre mengklaim partai Gerindra turun tangan mengurangi beban rakyat terdampak corona. Hal itu merupakan instruksi langsung Ketum Gerindra Prabowo Subianto supaya seluruh politisi Gerindra membantu rakyat di sekitarnya. Baru-baru ini, Andre membagikan paket sembako dan makanan di Sumatera Barat sebagai Daerah Pemilihannya.

“Gerindra kerja keras sesuai perintah Pak Prabowo agar dampak Covid-19 bisa dikurangi. Itu PR gerindra, layani dan bantu masyarakat. Itu fokus kami. Kami belum mikir 2024, sekarang amanah yang sudah didapat maka bekerja layani rakyat,” ujar Andre.

Sebelumnya, Amien menggelar diskusi virtual yang dimoderatori oleh Refly Harun. Keduanya membahas banyak isu politik baik di masa lalu maupun teraktual. Salah satunya, Amien buka-bukaan tentang pengangkatan Gus Dur sebagai Presiden dan membicarakan peta politik 2024.

Prabowo diklaim sebagai tokoh dominan pada Pilpres mendatang. Prabowo berpeluang maju didampingi Puan Maharani. Tidak menutup kemungkinan, Prabowo akan menghadapi Anies Baswedan. (Rol/TC)

About