Showing posts with label PAN. Show all posts

Wednesday, July 29, 2020

thumbnail

Zulkifli Tegaskan Vernita Syabilla Bukan Kader PAN

JAKARTA, TERCEPAT.id- Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan mengkonfirmasi bahwa Vernita Syabilla bukan kader partai tersebut, namun merupakan simpatisan yang bergabung dalam Perempuan Amanat Nasional (PUAN) yang merupakan sayap partai tersebut.

“Bukan kader, PAN itu punya PUAN. Nah itu simpatisannya banyak, ada wartawan, ada macam-macam orang, simpatisan bukan pengurus (partai) ya,” kata Zulkifli usai konferensi pers di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan untuk simpatisan partai, siapa pun boleh menjadi simpatisan PUAN. Menurut dia, seperti orang yang memilih PAN dalam pemilu lalu yang jumlahnya 10 juta orang dengan beragam latarbelakang pemilih.

“Seperti yang memilih PAN ada 10 juta orang, ya macem-macem boleh, punya hak suara. ‘One man one vote’, namun bukan pengurus,” ujarnya menegaskan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan bahwa perempuan berinisial VS yang ditangkap di sebuah hotel di Bandar Lampung, Lampung, adalah Vernita Syabilla.

“Iya betul sekali,” ujar Kombes Pandra saat dihubungi – dari Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, VS telah diamankan oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

“Satreskrim Polresta Bandar Lampung telah mengamankan tiga orang, salah satunya inisial VS di salah satu hotel berbintang di Kota Bandar Lampung,” ungkap Pandra.

Dua orang yang ditangkap selain VS diduga merupakan pihak yang berperan sebagai muncikari dari kasus dugaan prostitusi daring yang melibatkan artis tersebut.

“Dua orang yang diduga sebagai perantara,” ucapnya.

Saat ini ketiganya masih diperiksa polisi, ketiganya masih berstatus sebagai saksi. (Ant/TC)

 

Thursday, July 23, 2020

thumbnail

Pengurus PAN Sowan ke Jokowi, Amien Rais: Memalukan Sekali

JAKARTA, TERCEPAT.id- Mantan Ketua MPR Amien Rais mengaku kasihan dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang beberapa kali sowan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Amien menganggap PAN tengah mengemis-ngemis ke pemerintah.

“Saya lihat kemarin, ya Allah semua sowan. Kemudian mohon maaf, baru kali ini bapak presiden dan pengurus baru itu, dalam hati saya kasihan ya,” ujar Amien dalam video milik akun KH Tengku Zulkarnain, yang ditayangkan pada Selasa (21/7).

Kunjungan Jokowi juga dinilainya sebagai bentuk mengemis PAN untuk masuk ke Kabinet Indonesia Maju. Padahal, sebaiknya pengurus PAN secara ksatria menerima kekalahan di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Kemudian jangan merengek-rengek semua sowan ke Istana, mengemis-ngemis. Itu memalukan sekali,” ucap Amien.

Karena hal inilah, Amien mengaku dikeluarkan dari PAN. Sebab, ia tegas menolak partai berlambang matahari itu bergabung dengan rezim Jokowi. “Saya sudah tidak di PAN sama sekali. Saya sudah dikeluarkan oleh anak buah saya karena berbeda prinsip,” kata Amien.

“Kalau anda tetap ingin dukung rezim ini, jelas sesuatu langkah yang keliru bin salah. Jadi itu tidak ada rasionya, tidak ada rasionalisasinya,” ujarnya menambahkan.

Diketahui, pengurus DPP PAN beberapa waktu lalu melakukan kunjungan silaturahim kepada Presiden Joko Widodo. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan secara langsung memimpin para pengurus DPP partainya.

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa pertemuan keduanya membahas pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19.  Ia mengatakan, PAN akan terus bersama pemerintah dalam menggerakkan pembangunan nasional. Dalam rangka untuk mencapai cita-cita nasional, sesuai termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

“Silaturahmi menyambung rasa kekeluargaan setelah pasca pelaksanaan kongres ke-5 PAN di Kendari, Februari 2020,” ujar Viva. (Ant/TC)

Saturday, May 16, 2020

thumbnail

Pilpres 2024, PAN Sarankan Anies Baswedan Lobby Parpol


JAKARTA, TERCEPAT.id- Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menyarankan, Anies Baswedan mulai mendekati partai politik agar bisa mencalonkan diri di Pilpres 2024.

Anies tercatat bukan kader parpol manapun. Anies perlu mendapat dukungan parpol karena tak ada jalur independen dalam Pilpres.

“Anies ini mungkin didorong maju (Pilpres), tapi dukugan parpol enggak ada, bukan pengurus parpol dia. Nasib Anies bergantung pada parpol mau dukung dia atau enggak,” kata Saleh seperti dikutip dari Republika,Sabtu (16/5).

Tokoh muda Muhammadiyah itu merasa nasib Prabowo Subianto lebih baik karena mengetuai Partai Gerindra. Prabowo sudah punya perangkat sendiri jika ingin bertarung lagi di Pilpres.

“Jangan terlalu cepat mengatakan dia (Anies) bakal maju. Kalau Prabowo pasti bisa maju karena ada kendaraan politik, bisa koalisi dengan 1-2 parpol lain.  Dibanding anies, Prabowo lebih mungkin,” ujar Saleh.

Saleh mengingatkan, Anies bahwa pertarungan Pilpres akan berbeda dibanding ketika memenangkan Pilgub 2017. Saat itu, Anies mendapat banyak dukungan dari kelompok Islam yang menjegal Basuki Tjahaja Purnama.

“Anies harus banyak lobby parpol. Anies menangkan Pilgub 2017 tanpa modal. Dia didukung umat, Anies harus bayar dengan prestasi, keberpihakan pada umat dan harus jaga hubungan dengan parpol,” ucap Saleh.

Sebelumnya, Amien Rais menggelar diskusi virtual yang dimoderatori oleh Refly Harun. Keduanya membahas banyak isu politik baik di masa lalu maupun teraktual. Salah satunya, Amien buka-bukaan tentang pengangkatan Gus Dur sebagai Presiden dan membicarakan peta politik 2024.

Prabowo diklaim sebagai tokoh dominan pada Pilpres mendatang. Prabowo berpeluang maju didampingi Puan Maharani. Tak menutup kemungkinan, Prabowo akan menghadapi Anies Baswedan. (ROL/TC)

About